Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Januari 2011 0 komentar

Biografi Amien Rais

Amien Rais lahir di Solo, 26 April 1944, dari sebuah keluarga yang sangat taat dalam menjalankan agamanya.Suhud Rais, ayahnya, adalah lulusan Mu’allimin Muhammadiyah dan semasa hidupnya bekerja
Sudalmiyah juga dikenal sebagai seorang guru yang ulet. Ia mengajar di Sekolah Guru Kepandaian Putri [SGKP] Negeri dan Sekolah Bidan Aisyiyah Surakarta. Karena prestasinya di dunia pendidikan, pada tahun 1985, Sudalmiyah mendapat gelar Ibu Teladan se-Jawa Tengah. Ia juga aktif di partai politik Masyumi ketika masa jayanya pada tahun 1950-an. Kakek Amien Rais, Wiryo Soedarmo, adalah salah seorang pendiri Muhammadiyah di Gombong, Jawa Tengah. Jadi, Amien Rais dilahirkan dari keluarga yang sangat kental warna Muhammadiyahnya.

Amien merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Kakaknya adalah Fatimah, dan empat adiknya adalah Abdul Rozak, Achmad Dahlan, Siti Aisyah, dan Siti Asyiah. Mereka tumbuh dan dibesarkan di kampung Kepatihan Kulon. Sejak kecil mereka sudah dilatih disiplin oleh sang ibu. Bila Amien kecil melanggar, sang ibu tidak segan-segan menghukumnya. Mereka harus bangun pukul 04.00 WIB setiap pagi. Caranya dengan meletakkan jam weker di dekat tempat tidur. Dan ketika bangun, mereka diminta untuk mengucapkan “ashalatu khairum minan naum” dengan suara keras sehingga terdengar sang ibu. Sang ibu biasanya memberikan imbalan berupa uang 50 sen. Uang tersebut lalu mereka tabung, untuk dibelikan baju baru menjelang lebaran.

Walaupun tegas, tetapi sang ibu tidak pernah memaksakan kehendaknya. Anak-anaknya dibiarkan tumbuh secara alami, sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. Hanya saja, pesan sang ibu yang tak pernah putus adalah mengingatkan mereka bahwa hakikat hidup adalah ibadah. Yang terus diingat Amien, ketika ibunya berkata, “Ingat Mien, berkemah pun ibadah.”

Dalam berbagai kesempatan, Amien Rais secara terus terang mengakui bahwa ibunyalah yang sangat mempengaruhi karakternya yang lugas tanpa basa-basi. Sampai kini Amien masih menempatkan ibunya sebagai konsultannya dan tempat pelipur lara. Mana kala ia meng­hadapi situasi atau persoalan pelik, ia selalu pulang ke Solo menemui sang ibu untuk meminta pendapatnya, atau sekadar untuk menghindari kejaran wartawan yang pantang ia tolak. Setiap Idul Fitri ia beserta semua saudaranya juga berkumpul di rumah sang ibu. Menurut Amien, hingga usia 80-an, ketegasan dan kejernihan berpikir Ibunya masih tetap seperti dulu. Ibunda Amien Rais wafat hari Jumat, 14 September 2001 di Solo, Jawa Tengah, dalam usia 89 tahun.

Sewaktu masih duduk di bangku SD, Amien kecil bercita-cita ingin menjadi walikota. Cita-cita ini sangat dipengaruhi oleh kekagumannya pada Muhammad Saleh yang menjabat Walikota Solo waktu itu. Muhammad Saleh adalah seorang muslim yang taat. Ia sering memberikan pengajian di Balai Muhammadiyah Solo. Walikota asal Madura ini sangat dihormati dan dicintai oleh rakyatnya. Namun setelah SMA, cita-cita Amien berubah. Ia ingin jadi duta besar. Mungkin cita-cita ini yang ikut mempengaruhinya untuk memilih jurusan hubungan internasional ketika memasuki perguruan tinggi. Prinsip hidup yang jadi pegangannya diakuinya sangat sederhana, yaitu mencari ridha dan ampunan Allah. Untuk mencapainya, orang harus berbicara dan berbuat apa adanya. “You are what you are,” katanya suatu ketika. Ia membagi kebahagiaan menjadi tiga jenis, yaitu kebahagiaan spiritual, kebahagiaan intelektual, dan kebahagiaan psikologis. Kebahagiaan spiritual diperoleh dengan cara menjalani hidup sesuai dengan rel agama. Kebahagiaan intelektual diperoleh dengan cara memberikan konstribusi pemikiran kepada masyarakat. Sedangkan kebahagiaan psikologis didapatnya bila ia bisa berbuat atau menolong orang lain.

Amien Rais menikah pada 9 Februari 1969, dengan seorang gadis yang sudah dikenalnya sejak mereka masih sama-sama kanak-kanak, Kusnasriyati Sri Rahayu. Selama sepuluh tahun pertama pernikahannya ia belum dikaruniai anak, meskipun ia sudah berkonsultasi dengan banyak dokter spesialis kandungan di Solo, Yogya, bahkan ketika berada di Chicago. Sampai suatu saat mereka berdua mendapat kesempatan naik haji ke Makkah. Di depan Ka’bah mereka berdua memanjatkan doa, memohon kepada Allah agar memenuhi keinginan mereka akan keturunan. Waktu itu mereka sedang melakukan penelitian di Mesir. Setelah kembali ke Kairo, dua bulan lebih sang istri tidak dikunjungi tamu rutin bulanan. Bahkan ada yang aneh: perutnya terasa gatal-gatal. Akhirnya mereka sepakat untuk pergi ke dokter kandungan. Dan hasilnya positif, sang istri dinyatakan hamil. Bagi mereka berdua, kejadian itu merupakan mukjizat dan karunia Allah semata. Setelah anak yang pertama lahir, selanjutnya setiap dua tahun sang istri hamil lagi. Kini mereka sudah dikaruniai lima orang anak, tiga putra dan dua putri. Nama-nama mereka diambil dari Al Qur’an dan dikaitkan dengan kenangan dan peristiwa yang menyertai kelahirannya. Yang pertama diberi nama Ahmad Hanafi, kemudian Hanum Salsabiela, Ahmad Mumtaz, Tasnim Fauzia, dan yang terakhir Ahmad Baihaqy.

Kusnasriyati adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Untuk mengisi kesibukannya, ia mendirikan Taman Kanak-Kanak [TK] di sebelah rumahnya. Karena ketekunannya, TK ini kemudian menjadi besar dan terkenal. Ia juga membuka kedai sederhana yang diminati banyak mahasiswa. Dilihat dari penampilannya yang sederhana, termasuk gaya bicara yang sederhana, ia tidak beda dengan ibu rumah tangga lainnya. Tetapi, di mata Amien Rais, ia adalah wanita luar biasa.

Keberanian dan ketegaran yang dimiliki Amien Rais ternyata tidak lepas dari peran sang istri. Suatu saat, ketika diinterviu seorang wartawan Jepang, saya melihat dengan nada bangga Amien Rais mengatakan, “Istri saya mungkin merupakan wanita terbaik se-Asia Tenggara.” Komentar tersebut mungkin terasa berlebihan bagi kebanyakan orang, tapi tidak bagi Amien Rais. Ia pernah menceritakan kepada saya bahwa ketika studi di Chicago, karena beratnya beban kuliah yang dihadapi, hampir saja ia putus asa. Untung ada sang istri yang terus-menerus memompa semangatnya.

Begitu juga ketika ia merasa lelah saat melawan Orde Baru, istrinya tidak pernah lelah untuk membangunkan kembali spiritnya. Sampai-sampai ia pernah mengomentari istrinya sebagai sumber inspirasi dan motivasinya. Bahkan menjelang tumbangnya Soeharto, sempat tersebar isu bahwa Amien Rais akan ditangkap. Ia kemudian memberi tahu sang istri tentang berita buruk yang akan menimpanya. Dengan nada tegar sang istri menjawab, “Insya Allah ini akan mempercepat kejatuhan Rezim Soeharto.”

Bila Allah mengaruniainya umur panjang, di masa tuanya nanti Amien hanya ingin melihat anak-anaknya bisa menyelesaikan pendidikannya masing-masing. Sementara ia sendiri ingin mengisi masa tuanya dengan menulis dan memberikan pengajian. Amien merujuk pada almarhum A.R. Fachruddin dan ibunya sendiri yang sampai akhir hayatnya masih memimpin Sekolah Keperawatan Muhammadiyah di Solo. Aktifitas Saat Belia Sejak belia Amien Rais sudah terlibat dalam ber­bagai gerakan. Kecintaannya pada organisasi diawali dari keterlibatannya di pandu Hizbul Wathon. Ia di­percaya oleh teman-temannya untuk memimpin sebuah regu yang terdiri dari tujuh orang yang diberi nama regu Rajawali. Regu yang dipimpinnya selalu memenangkan berbagai perlombaan, seperti lomba tali-temali, morse, membuat jembatan, sampai pada lomba masak-memasak.

Di sinilah Amien kecil mulai menyadari kekuatan ke­bersamaan dan makna kepemimpinan. Ketika menjadi mahasiswa, ia termasuk salah seorang pendiri Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah [IMM]. Ia juga pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam [HMI], dan pernah di­percaya untuk mendu­duki jabatan sekretaris Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam [LDMI] HMI Yogyakarta.

Di samping kegandrungannya berorganisasi, Amien Rais juga sudah mulai aktif menulis artikel sejak belia. Dawam Rahardjo menuturkan: “Ketika mahasiswa, Amien Rais telah menjadi penulis kolom yang tajam dan produktif. Oleh tabloid mingguan Mahasiswa Indonesia yang terbit di Bandung bersama-sama dengan Harian Kami di Jakarta, koran mahasiswa yang legendaris di awal Orde Baru, Amien pernah di­anugerahi Zainal Zakse Award.”

Riwayat Pendidikan Amien Rais, mulai dari TK sampai SMA, semuanya dijalani di sekolah Muhammadiyah, di kota kelahirannya, Solo. Menurut Amien, karena kecintaan sang ibu pada sekolah Muhammadiyah, maka seandainya ketika itu sudah ada perguruan tinggi Muhammadiyah, pasti ibunya akan memintanya untuk kuliah di situ. Sekolah Dasar diselesaikan tahun 1956, kemudian SMP pada tahun 1959 dan SMA pada tahun 1962. Di samping sekolah umum, ia juga mengikuti pendidikan agama di Pesantren Mamba’ul Ulum. Ia juga pernah nyantri di Pesantren Al Islam.

Setelah tamat SMA, ibunya menginginkan Amien melanjutkan studinya ke Al-Azhar, Mesir. Sementara ayahnya lebih memilih Universitas Gajah Mada [UGM]. Amien tampaknya lebih cocok dengan pilihan sang ayah. Ia kemudian diterima di dua fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi dan Fisipol UGM. Ia lalu berkonsultasi dengan sang ayah, mana fakultas yang lebih baik untuk dipilih. Sang ayah menyerahkan kembali pada Amien untuk memilihnya. Akhirnya ia memilih Fisipol. Mungkin untuk tidak mengecewakan harapan sang ibu, Amien juga kemudian mendaftarkan diri sebagai mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri [IAIN] Sunan Kalijaga, Yogyakarta. Kuliah paralel ini dijalaninya sampai munculnya larangan kuliah ganda oleh pemerintah.

Tahun 1968 Amien menyelesaikan studinya di UGM dengan tugas akhir berjudul Mengapa Politik Luar Negeri Israel Berorientasi Pro Barat. Ia lulus dengan nilai A. Kemudian ia melanjutkan pendidikan pascasarjana di University of Notre Dame, Indiana, Amerika Serikat yang diselesaikan tahun 1974 dengan gelar MA. Tesisnya adalah mengenai politik luar negeri Anwar Sadat yang waktu itu sangat dekat dengan Moskow. Itu sebabnya Amien juga harus mendalami masalah komunisme, Uni Soviet, dan Eropa Timur. Minatnya yang sangat besar dalam masalah Timur Tengah teta Setelah pulang ke tanah air sebentar, ia kembali lagi ke Amerika untuk mengikuti program doktor di University of Chicago, AS dengan mengambil bidang studi Timur Tengah. Ia berhasil meraih gelar doktor pada tahun 1981, dengan disertasi berjudul The Moslem Brotherhood in Egypt: Its Rise, Demise and Resurgence [Ikhwanul Muslimin di Mesir: Kelahiran, Keruntuhan, dan Kebangkitannya Kembali]. Penelitian untuk menyusun disertasinya dilakukan di Mesir dalam waktu sekitar satu tahun. Selama berada di Mesir, waktunya dimanfaatkan juga untuk menjadi mahasiswa luar biasa di Departemen Bahasa Universitas Al Azhar, Kairo.

Di UGM ia mengasuh mata kuliah Teori Politik Internasional serta Sejarah dan Diplomasi di Timur Tengah. Ia juga dipercaya mengajar mata kuliah Teori-teori Sosialisme. Yang paling menyenangkannya adalah mata kuliah Teori Politik Internasional. Di Fakultas Pascasarjana UGM ia dipercaya memegang mata kuliah Teori Revolusi dan Teori Politik.‘Mengelola Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan [PPSK]‘ Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan [PPSK] adalah lembaga pengkajian dan penelitian di bawah yayasan Mulia Bangsa Yogyakarta. Salah satu raison d’etre kelahiran PPSK adalah keprihatinan masih terbatasnya hasil-hasil pengkajian yang menyangkut masalah-masalah strategis dan kebijakan yang ber­orientasi pada masyarakat lemah.

Lembaga pengkajian ini diharapkan dapat memberikan konstribusi pemikiran yang meliputi: Pertama, identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan. Kedua, analisa yang akurat mengenai berbagai kecenderungan global di bidang sosial-budaya, agama, ekonomi, politik, dan iptek, serta dampaknya pada bangsa Indonesia. Ketiga, usulan pemecahan terhadap berbagai persoalan bangsa berdasarkan telaah strategis dan kebijakan yang realistis dan matang. Berbagai produk pemikirannya dipublikasikan lewat majalah Prospektif, yang terbit tiga bulan sekali.Menurut Dawam Rahardjo, PPSK memiliki peran besar dalam membidani lahirnya ICMI. Di kantor inilah pertama kali konsep ICMI digodok, kemudian dibawa ke Wisma Muhammadiyah di Tawangmangu, Solo, untuk disempurnakan. Setelah itu baru dibawa ke Malang.

Sejumlah tokoh penting bergabung di lembaga ini, di antaranya: Moeljoto Djojomartono, Soedjatmoko, Ahmad Baiquni, Kuntowijoyo, Bambang Sudibyo, Umar Anggara Jenie, Ichlasul Amal, Yahya A. Muhaimin, Affan Gafar, A. Syafi’i Maarif, dan Amien Rais yang dipercaya untuk memimpinnya. Masyarakat ilmiah mengenal dan sangat memperhitungkan lembaga ini, selain karena produk-produk pemikirannya, juga karena kredibilitas keilmuan dan reputasi tokoh-tokohnya.Namun masyarakat luas baru mengetahuinya setelah terjadinya dua peristiwa. Pertama, meninggalnya Dr. Soedjatmoko, seorang yang dikenal luas memiliki reputasi internasional. Beliau pernah menjadi Dubes RI untuk Amerika Serikat, juga pernah menjadi Rektor Pertama Universitas PBB di Tokio. Almarhum meninggal saat berceramah di hadapan teman-temannya di kantor PPSK, sehingga hampir semua media massa di tanah air memberitakan peristiwa kematiannya. Kedua, pertemuan antara Arifin Panigoro dan kawan-kawan dengan kelompok PPSK yang diselenggarakan di Hotel Radison, Yogyakarta, 5 Februari 1998.
Pertemuan ini kemudian dikenal dengan istilah “kasus Radison” dan menjadi polemik panjang yang mewarnai media massa waktu itu, karena oleh rezim Soeharto dituduh sebagai upaya “makar” terhadap pemerintah Orde Baru. Sebetulnya acara tersebut merupakan acara rutin dan bersifat akademis dengan tema reformasi yang meliputi reformasi politik, reformasi ekonomi, dan reformasi hukum. Beberapa orang yang hadir dalam pertemuan itu sempat dimintai keterangan oleh pihak berwajib, bahkan Arifin Panigoro sempat menjadi tersangka.

Rabu, 12 Januari 2011 2 komentar

Sejarah Marga Saragih


Sejarah

Beberapa versi sumber sejarah menyatakan bahwa leluhur marga saragih berasal dari Selatan India yang melakukan perjalanan ke Sumatera Timur ke daerah Aceh,Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai batubara..Akibat desakan suku setempat, mereka kemudian bergerak ke daerah pinggiran Toba dan Samosir


Marga Saragih pertama (Hasusuran-1) itu sendiri muncul saat salah seorang panglima dari Kerajaan Nagur dijadikan menantu oleh Raja Nagur dan selanjutnya mendirikan satu kerajaan baru di Raya (di sekitar daerah yang kini disebut Pematang Raya,Simalungun)


Sebagian suku Batak Toba mengklaim bahwa marga Saragih dari suku Simalungun berasal dari Samosir (daerah yang dipercayai sebagai asal-usul suku Batak Toba) dan termasuk kelompok marga-marga yang disebut Parna (pomparan ni Raja Nai Amboton).Paham ini banyak ditentang oleh Marga Saragih karena belum adanya dokumen yang mendukung hal ini dan terutama karena bertentangan dengan isi pustaha(dokumen tua Simalungun) dan buku tarombo(silsilah dan sejarah marga) yang diteruskan secara turun temurun di kalangan marga Saragih.

sub-marga, antara lain:
Garingging,Damuntei,Sumbayak,Siadari,Siallagan,Sidabalok,Sidabukke,Sidabutar,Sidauruk,Sigalingging,Sijabat,Simanihuruk,Simarmata,Sitanggang,Sitio,Napitu,Rumahorbo,Tamba,Tinambunan,Turnip,Nasionggang,Saing


0 komentar

Sejarah Kota Pematangsinatar

Dari perhitungan angka yang ditetapkan, Kabupaten Simalungun lebih dulu ada dari Kota Pematangsiantar. Hanya saja ada perbedaan perhitungan tahun kesepakatan soal tanggal kelahiran. Peringatan hari jadi Kota Pematangsiantar dihitung mulai dari kelahiran Raja Siantar Sangnawaluh Damanik, 24 April 1871. Sementara hari jadi Kabupaten Simalungun, tahun kelahirannya bukan dihitung dari kelahiran seorang raja. Tetapi dihitung berdasarkan tanggal pembuatan Pustaha Laklak (pustaka kuno,red) yang ditemukan di Talang Tuo Palembang (Sumatera Selatan), yakni 11 April 1833.
Meski perhitungan dan tanggal penetapan tersebut masih saja berpeluang untuk dikritisi kembali. Merujuk fakta sejarah, cikal-bakal Simalungun diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Nagur, sekitar tahun 500-an. Rajanya bermarga Damanik. Sementara marga-marga Simalungun lainnya, diperkirakan baru ada di wilayah ini setelah tahun 1367 pada zaman Kerajaan Purba Desa Nauwaluh (Batak Timur Raya).
Masuknya marga-marga lain ini jelas beragam versi sejarahnya. Namun salah satunya mengungkapkan adanya keterkaitan etnik Karo, Melayu dan Pakpak dalam perkembangan marga Simalungun. Khususnya sejak perkembangan Kerajaan Batak Timur Raya. Sedangkan marga-marga Toba, Mandailing baru masuk ke Simalungun sekitar tahun 1912 pada masa penjajahan Belanda. Terutama saat pembukaan persawahan Bah Kora I di Siantar Sawah sekarang. Simalungun sebelumnya terdiri dari beberapa wilayah kerajaan. Termasuk Kerajaan Siantar yang akhirnya menjadi ibukota Kabupaten Simalungun. Dalam perjalanan waktu, Kota Pematangsiantar akhirnya berdiri sendiri dan berkembang menjadi sebuah daerah otonom yang terpisah dari Kabupaten Simalungun. Perkembangan itu sarat dengan perjuangan-perjuangan serta pergumulan-pergumulan silih berganti, termasuk pada masa penjajahan Belanda, Jepang, zaman kemerdekaan, orde baru hingga era reformasi sekarang.
Tahun 1871 dianggap sebagai perhitungan tahun berdirinya Kota Siantar, hingga sekarang usianya sudah 136 tahun. Meskipun sebenarnya dari persfektif historis, tahun 1871 yang diabadikan menjadi tahun kelahiran Kota Siantar, masih tetap bisa dikritisi banyak orang. Meskipun Pemko dan DPRD Siantar telah sepakat membuat tahun kelahiran Sangnawaluh itu menjadi kelahiran Siantar. Hitungannya, saat dinobatkan menjadi Raja Siantar pada tahun 1888, usianya sudah mencapai 17 tahun.
Yang jadi soal, jika tahun itu yang jadi acuan, berarti zaman Kerajaan Marropat, di mana Siantar merupakan salah satu di dalamnya jadi tak ikut dihitung. Padahal Kerajaan Siantar sudah ada sebelum Raja Sangnawaluh dilahirkan. Karena pada tahun 1833 saja, saat pembentukan Kerajaan Marropat, Siantar sudah ikut di dalamnya. Meskipun Kerajaan Marropat (Nan Empat) sendiri ternyata tak bertahan lama, karena satu diantaranya yakni Kerajaan Silou kemudian pecah menjadi empat Kerajaan, yang terdiri dari Dolok Silou, Raya, Purba dan Silimakuta.
Hal ini mengakibatkan pada tahun 1904, di Simalungun telah ada 7 Kerajaan yang memiliki kedaulatan masing-masing. Berdirinya Kerajaan Marpitu boleh dikatakan merupakan kelanjutan dari Kerajaan Marropat sebelumnya. Saat zaman Kerajaan Marpitu berkuasa, Kolonial Belanda sudah semakin menancapkan kuku kekuasaannya di Simalungun, termasuk mempengaruhi Raja-raja Simalungun agar mau tunduk kepada Belanda. Tentu saja, kehendak Belanda ini mendapat perlawanan dari Raja-raja Simalungun.
Masing-masing Kerajaan Marpitu itu adalah, Kerajaan Dolok Silou, Kerajaan Silimakuta, Kerajaan Raya, Kerajaan Purba, Kerajaan Siantar, Kerajaan Panei dan Kerajaan Tanah Jawa. Setiap kerajaan ini melaksanakan tugas pemerintahannya dipimpin seorang Raja, dibantu Dewan Kerajaan yang disebut Harajaan, yaitu semacam kabinet yang terdiri dari pembesar negeri. Kepada mereka diberikan gelar bervariasi menurut kebiasaan masing-masing kerajaan.
Kerajaan Siantar sendiri waktu itu sudah dipengaruhi kekuasaan Belanda, hingga akhirnya menandatangani Perjanjian Pendek dengan Belanda (Korte Verkalring). Namun dari berbagai sumber sejarah Simalungun diketahui, Sangnawaluh bukanlah merupakan pendiri Kerajaan Siantar tetapi penerus tahta kerajaan. Karena Sangnawaluh sudah merupakan pewaris pendahulunya (ketujuh) yang menjadi Raja Siantar pada tahun 1888. Hal ini merujuk dari silsilah Kerajaan Siantar, diketahui Rajanya secara berturut-turut adalah Raja Naihorsik – Raja Hitam – Raja Nai Halang – Raja Namaringis – Raja Namartuah – Raja Mopir – Raja Sangnawaluh – Tuan Torialim (Tuan Marihat) dan Tuan Riahta Damanik (Tuan Sidamanik).
Kedua Raja Siantar terakhir inilah yang kemudian melakukan Perjanjian Pendek dengan Belanda tanggal 16 Oktober 1907. Seterusnya, Kerajaan Siantar dipangku oleh Tuan Riah Kadim (Tuan Waldemar) dan terakhir hingga meletusnya Revolusi Sosial di Simalungun 1946, Kerajaan Siantar dipimpin Tuan Sawadim Damanik. Sebenarnya dapat disebutkan, bahwa sejak adanya Perjanjian Pendek antara Raja-raja Simalungun dengan Belanda, berakhir pulalah kekuasaan Raja-raja di Simalungun sekitar tahun 1907. Karena sebelumnya Kerajaan Panei, Raya, Silimakuta, Purba, Tanah Jawa, Dolok Silou sudah lebih dulu menandatanganinya.
Adapun isi Perjanjian Pendek itu antara lain: Raja harus mematuhi semua perintah dan peraturan Gubernur General, Raja harus mengakui kerajaannya menjadi bagian kerajaan Hindia Belanda, Raja tidak boleh mengadakan hubungan dengan pihak asing, Raja tidak memiliki wilayah laut dan pantai, Struktur pemerintahan berlaku hukum adat sepanjang tidak bertentangan dengan peradaban Belanda serta segala sesuatu harus mendapatkan persetujuan Residen atau wakilnya.
Akibat dari perjanjian tersebut, makin lemahlah kedudukan Raja-raja Simalungun. Hal ini makin mempercepat arus penguasaan wilayah Simalungun oleh Belanda yang kemudian menjadikannya daerah perkebunan. Karena memang, kondisi geografis tanah Simalungun sangat memungkinkan untuk dijadikan lahan perkebunan.
Controleur Belanda yang sempat berkedudukan di Perdagangan pada tahun 1907 di pindahkan ke Pematangsiantar. Sejak itu Kota Pematangsiantar mulai berkembang menjadi daerah yang banyak dikunjungi pendatang baru. Apalagi, dibukanya jalan-jalan baru ke luar daerah Simalungun, makin membuat banyak orang berlomba-lomba hijrah ke daerah ini. Tahun-tahun berikutnya, para pemodal asing membuka lahan-lahan perkebunan di daerah-daerah sekitar Pematangsiantar.
Hampir bersamaan dengan pembukaan perkebunan tersebut, pembangunan irigasi juga semakin diintensifkan, sering dengan makin meningkatnya para petani yang datang dari daerah Tapanuli. Meskipun perpindahan itu sempat terkendala beberapa waktu akibat berjangkitnya penakit kolera yang menimbulkan banyak korban jiwa, bahkan menyebabkan sebagian ada yang kembali ke daerah Tapanuli.
Dibukanya jalan raya dari Balige ke Pematangsiantar pada athun 1915 memberi arti tersendiri bagi orang-orang yang akan memasuki Simalungun atau daerah lainnya di Sumatera Timur, sekaligus memberikan kemudahan bagi mereka yang akan pindah. Terbukanya hubungan lalu-lintas sampai ke Kota medan pada tahun-tahun berikutnya menyebabkan daerah Pematangsiantar menjadi kota transit bagi orang-orang yang melintas untuk mencari pekerjaan.
Akibatnya, Kota Pematangsiantar menjadi tempat berbagai suku bangsa, dan itu berkenaan dengan orang-orang Toba, Karo Mandailing, Jawa, Cina dan sebagainya. Berdasarkan Stadblad Belanda Nomor 285 tanggal 1 Juli 1917, Pematangsiantar kemudian berubah menjadi Gemeente yang punya kewenangan otonomi sendiri. Sejak 1 Januari 1939 berdasarkan Stad Blad Nomor 717 Kota Siantar berubah menjadi Gemeente yang punya Dewan Kota. Pada masa pendudukan Jepang berubah menjadi Siantar State dan menghapuskan Dewan Kota.
Kemudian setelah proklamasi kemerdekaan, berdasarkan UU Nomor 22/1948, status Gemeente dirubah menjadi ibukota Kabupaten Simalungun dan walikotanya dirangkap Bupati Simalungun hingga tahun 1957. Berdasarkan UU Nomor 1/1957 berubah menjadi Kotapraja penuh. Dengan keluarnya UU Nomor 18/1965 berubah menjadi Kotamadya dan berdasarkan UU Nomor 5/1974, tentang Pokok-pokok Pemerintahan Daerah, resmi menjadi Kotamadya Pematangsiantar.

Sumber
Jumat, 24 Desember 2010 0 komentar

TUNG DESEM WARINGIN

TUNG DESEM WARINGIN
Meninggalkan Kepiluan dan Hidup dalam Mimpi



Kenyataan yang Memilukan

Sejak kuliah saya merasa yakin sekali bahwa bila saya belajar keras saya akan menjadi mahasiswa teladan. Sungguh benar, akhirnya saya terpilih sebagai mahasiswa teladan nomor satu untuk Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret tahun 1991.

Sejak awal bekerja, saya yakin sekali saya pasti akan sukses dalam bekerja. Keyakinan itu muncul antara lain dari kesadaran bahwa saya punya bekal yang bagus: sebagai Mahasiswa Teladan, Juara Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Universitas, LKTI Tingkat Regional B (DKI Jakarta, Jabar, Jateng, DIY), Juara 2 LKTI Nasional tahun 1989, Juara 1 Cepat Tepat P4 Tingkat Fakultas Hukum UNS, Juara 1 Cepat Tepat P4 Tingkat Wilaya, serta piagam lain – lain yang totalnya berjumlah 32 buah.

Karena saya begitu sukses saat kuliah, orangtua saya beranggapan bahwa sayang sekali bila saya hanya berdagang di kota kecil. Karena itu, meski latar belakang orangtua saya adalah pedagang, mereka menganjurkan saya untuk mencari pekerjaan di perusahaan besar, di kota besar.

Saya melamar dan diterima sebagai Management Development Program di bank swasta terbesar kala itu. Setelah bekerja dan belajar keras, akhirnya saya mencapai posisi sebagai pemimpin cabang utama. Selama di bank tersebut, saya sempat mencetak prestasi:

1. Tahun 1995, berhasil mengubah cabang dengan 22 cabang pembantu di Jawa Timur dari posisi “yang terjelek” menjadi “yang terbaik”. Menurut hasil audit, cabang itu dinilai “terjelek di Indonesia”, tapi hanya dalam waktu 4 bulan, cabang itu menjadi “terbaik di seluruh Indonesia”.

2. Tahun 1995, berhasil mengubah sebuah cabang dengan 15 cabang pembantu di Jawa Tengah, dari “hasil audit nomor 2 terjelek di Indonesia” menjadi “hasil audit nomor 2 terbaik di Indonesia” hanya dalam waktu 3 bulan.

3. Tahun 1997, berhasil mengubah sebuah cabang dengan 18 cabang pembantu di Jawa Timur, dari “hasil audit terjelek di Indonesia” menjadi “hasil audit terbaik di seluruh Indonesia”.

4. Meningkatkan pemegang kartu ATM di sebuah kantor Cabang di Jawa Timur, dari nomor 7 di Luar Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi) menjadi nomor 1 di Luar Jabotabek.

5. Pertumbuhan pemegang kartu kredit terbesar di Indonesia.

6. Pulih pertama kali ketika terjadi pengambilan uang besar-besaran di bank.

7. Tingkat mati mesin ATM terendah di Indonesia.

Karena prestasi seperti itu, saya mengalami kenaikan gaji 3 kali setahun.

Pada suatu hari, saya mendapat kabar bahwa ayah saya sakit keras. Levernya parah dalam kondisi bengkak dan kuning diseluruh badan, dan tidak boleh bergerak di ranjang. Setelah 19 hari dirawat di Solo tanpa kemajuan, saya berinisiatif mengambil cuti tanpa gaji selama 10 hari + cuti tanpa digaji selama 30 hari untuk mengantarkan ayah saya ke Jakarta. Sebelum ke Jakarta, saya mencari informasi tentang dokter ahli lever. Setelah tahu dan membuat janji untuk bertemu dengan dokter tersebut, saya dan ayah saya berangkat ke Jakarta.

Satu hari menunggu di rumah sakit tersebut, listrik padam. Rumah sakit hanya menggunakan genset, sehingga pendingin ruangan dimatikan. Sampai malam, tidak ada satu dokter pun yang mendatangi ayah saya. Setelah bertanya kesana kemari, kami baru tahu bahwa dokter yang punya janji bertemu dengan kami baru saja berangkat ke Amerika selama 10 hari tanpa member tahu. Bahkan staf rumah sakit juga tidak tahu.

Karena dokter ahli tidak ada dan kamar begitu pengap, malam hari itu juga kami pindah ke rumah sakit di daerah Jakarta Utara. Disitu, seorang dokter lulusan Jerman langsung menangani ayah saya dengan cekatan. Sayangnya, dokter ini sangat tidak sabaran dan mentinggung perasaan, maka esok paginya kami putuskan untuk membawa ayah saya ke Singapura.

Malam harinya kami sampai, dan dokter Singapura langsung berangkat dari rumahnya ke rumah sakit untuk memeriksa ayah saya. Baru beberapa hari disana, ayah saya divonis penyakit tambahan. Selain lever tidak berfungsi, karena kondisinya yang lemah, ayah saya terkena virus MRSA (Meticilin Resistant Stapelococus Aerus), sejenis virus yang menurut penjabaran dokter Singapura itu tidak ada penangkalnya. Ayah saya dikarantina di ruang khusus. Semua dokter dan suster yang masuk keruangan ini menggunakan masker, kaos tangan karet, penutup rambut, dan penutup baju. Sungguh membuat saya terkejut.

Selain itu, ada fakta yang melukai hari saya. Ternyata gaji saya sebulan sebagai pemimpin cabang utama tidak cukup untuk membayar biaya rumah sakit ayah saya selama satu hari!

Sungguh pengalaman yang menyakitkan: ketika orang yang kita cintai sakit, kita tidak bisa berkontribusi dengan memberikan pengobatan yang terbaik.

Saat di Singapura, saya merasa sangat down, kecewa, putus asa, sebuah kondisi yang kurang menguntungkan untuk menjaga orang sakit. Saya tahu, saya harus tetap bersemangat agar ayah saya juga tetap bersemangat untuk hidup. Karena itu, saat saya melihat satu kaset motivasi dari Anthony Robbins, saya memutuskan untuk membeli. Masalahnya, harga kaset tersebut melebihi gaji saya selama sebulan. Uang saya pun sangat mepet meskipun dibantu adik-adik dan kakak-kakak yang sangat tulus. Karenanya, saat memutuskan untuk membeli kaset tersebut, saya bertekat untuk berhemat dengan makan sehari hanya dua kali. Sebelum kejadian tersebut, saya sangat tidak bisa menahan lapar karena saya menderita sakit maag. Saya tahan lapar saya dengan minum air putih sekenyangnya (yang bisa diambil secara gratis di tiap sudut rumah sakit). Bila lapar, saya minum air putih lagi. Berat badan saya lansung turun 8kg.

Saya dengarkan seri kaset tersebut setiap hari dan saya lakukan yang ditugaskan dalam kaset tersebut. Karena kaset itu, saya jadi tahu bahwa bila saya mengerjakan sesuatu yang sama terus-menerus, hasilnya juga akan tetap sama. Karena itu, saya putuskan untuk memajukan diri (bahasa orang negative adala mengundurkan diri) diluar perbankan.

Sebelum kejadian itu, sebenarnya saya pernah mendapatkan tawaran dari perusahaan untuk pindah. Tawaranya sangat serius, sebanyak 12 kali dengan gaji sekian kali lipat. Tawaran itu selalu saya tolak. Karena kejadian di Singapura itu, saya langsung mengiyakan tawan kedua belas untuk menjadi Senior Vice Precident di sebuah dotcom company dengan gaji sekian kali lipat. Waktu itu, saya piker gaji yang besar adalah pemecahan masalah yang tepat. Tapi… akhirnya saya tahu bahwa inipun salah. Ya, ada yang salah disini, karena begitu gaji membesar, gaya hidup juga ikut membesar, rumah bertambah besar, ruang kantor bertambah besar, mobil dengan kapasitas mesin yang besar, televise bertambah besar, (untung… isteri tidak bertambah besar), bahkan utang pun bertambah besar. Pemecahan sebenarnya adalah bukan hanya penghasilan yang harus bertambah besar, melainkan cara yang tepat untuk mengatur penghasilan yang bertambah besar tersebut. Itulah yang akan membuat orang sukses secara keuangan.

Akhirnya pengobatan dibantu oleh adik dan kakak saya yang dengan begitu luar biasa mau mengorbankan banyak harta pribadi. Kesehatan ayah saya membaik. Bagi saya, ayah adalah teladan dari kemauan hidup yang luar biasa. Ayah saya tidak runtuh oleh ramalan dokter yang negative. Beliau tetap tegar menghadapi sakitnya dan memutuskan untuk menang dengan cara yang anggun.

Inilah titik tolak revolusi kehidupan saya, yang menyangkut revolusi kondisi keuangan saya. Revolusi itu dimulai dengan petualangan saya belajar dari buku-buku, kaset-kaset, serta seminar-seminar. Setiap kali mendapat penghasilan, saya menggunakanya untuk terus belajar dan praktek dari orang-orang yang saya anggap dahsyat.

Sebagai akibatnya, dalam waktu setahun terjadi perubahan yang luar biasa dalam kondisi keuangan saya. Apa yang saya dapatkan dari bekerja selama 10 tahun bisa saya dapatkan dalam waktu 1 bulan. Penghasilan 1 tahun saya dulu, kini bisa saya dapatkan dalam 15 menit. Dan yang lebih indah lagi, saya bisa mulai kehidupan dengan financial independence, bisa membiayai gaya hidup saya tanpa harus bekerja lagi. Kiranya segalanya akan berjalan lancar sekali, bila tidak ada perubahan ekonomi dan politik secara besar-besaran.

Mimpi Menjadi Kenyataan

Suatu hari, saya mengikuti dan melihat seorang Indonesia, laki-laki berumur sekitar 30-40 tahun, muncul di sebuah stasiun televise terkenal. Dia juga menulis di Koran dan majalah, serta regular mengisi talkshow di radio. Baru saja member seminar untuk 8000 orang di Istora Senayan, ternyata dia sudah berbicara didepan 183000 orang hanya dalam 38bulan terakhir. Karena begitu padatnya jadwal seminar, bahkan dia menggunakan helicopter untuk pindah dari satu lokasi seminar ke lokasi seminar yang lain.

Dia tinggal di perumahan mewah. Lengkap dengan taman, kolam renang, kolam ikan, dan gazebo ala Bali. Halaman parkirnya cukup untuk 8 mobil. Dia juga memiliki beberapa perusahaan yang sangat sukses. Juga mempunya property-properti sewaan.

Dia dekat dan memberkan nasehat serta mengubah hidup banyak orang. Mulai dari anak petani, hingga anak mantan presiden. Mulai dari lulusan SD, psikolog, bahkan doctor. Dari presiden direktur sampai bintang film.

Dia mendapatkan uncapan terimakasih yang tulus karena dapat meningkatkan penjualan mulai dari jaringan toko handphone, bengkel mobil, bank, sampo multinasional, dll antara 100%-2000% hanya dalam waktu kurang dari 6 bulan. Bahkan dia telah diminta untuk memberikan nasehat kepada pakar marketing internasional pada pertemuan di Singapura. Yang bersangkutan mendapat penghargaan 10 eksekutif di Indonesia oleh Jawa Pos Group dan Lions Club.

Ia berlibur ke Hawaii, Gold Coast, Hollywood, naik kapal mewah bersama keluarga, tinggal di hotel-hotel terbaik di dunia. Menurut berita terbaru, dia bersama sahabatnya, Robert T. Kyosaki, berlibur bersama menaiki kereta mewah Oriental Express.

Sungguh mengagumkan, karena semua itu hanya dicapai dalam waktu 3 tahun. Dan lebih terkejut lagi ketika saya menyadari bahwa ternyata orang tersebut adalah……. Saya sendiri!



Diambil dari Buku: Financial Revolution
Tung Desem Waringin
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Selasa, 21 Desember 2010 0 komentar

Interaksi Sebagai Poses Sosial


Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan
antara kelompok dengan kelompok.
Interaksi sosial merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan,
pikiran dan tindakan.

Interaksi sosial akan berlangsung apabila seorang individu melakukan tindakan dan dari tindakan tersebut menimbulkan reaksi individu yang lain. Interaksi sosial terjadi jika dua orang atau lebih saling berhadapan, bekerja sama, berbicara, berjabat tangan atau bahkan terjadi persaingan dan pertikaian.
Interaksi sosial merupakan hubungan tersusun dalam bentuk tindakan berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dan disinilah dapat kita amati atau rasakan bahwa apabila sesuai dengan norma dan nilai dalam masyarakat, interaksi tersebut akan berlangsung secara baik, begitu pula sebaliknya, manakala interaksi sosial yang dilakukan tidak sesuai dengan norma dan nilai dalam masyarakat, interaksi yang terjadi kurang berlangsung dengan baik.
Faktor-faktor yang mendasari proses terbentuknya interaksi sosial adalah :
·         Imitasi yaitu proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain, baik sikap penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa-apa yang dimilikinya. Imitasi pertama kali muncul di lungkungan keluarga, kemudian lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat.
·        Indentifikasi adalah upaya yang dilakukan oleh seorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya. Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui serangkain proses peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiwaaan yang sangat mendalam.
·         Sugesti adalah rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan sesorang individu kepad individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional.
·         Motivasi yaitu rangsangan pengaruh, stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti tau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh rasa tanggung jawab . Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa, misalnya dari seorang ayah kepada anak, seorang guru kepada siswa.
·         Simpati adalah proses kejiwaan , dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau kelompok orang, karena sikapnya, penampilannya, wibawanya atau perbuatannya yang sedemikian rupa.
·         Empati yaitu mirip dengan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat intens/dalam.



Minggu, 19 Desember 2010 0 komentar

Indonesia Sebagai Surga Investasi

Indeks pasar saham adalah pendaftaran saham, dan sebuah statistik menggambarkan harga komposit dari komponennya,digunakan sebagai alat untuk mewakilkan karakteristik dari saham komponennya, semuanya memiliki kesamaan seperti perdagangan di pasar saham yang sama, merupakan bagian dari industri sejenis, atau memiliki kapitalisasi pasar yang mirip. Banyak index dibuat berdasarkan berita atau jasa finansial digunakan untuk mengukur performa portofolio seperti reksadana.

Bursa efek atau bursa saham adalah sebuah pasar yang berhubungan dengan pembelian dan penjualan efek atau saham perusahaan serta obligasi pemerintah. Bursa efek tersebut, bersama-sama dengan pasar uang merupakan sumber utama permodalan eksternal bagi perusahaan dan pemerintah. Biasanya terdapat suatu lokasi pusat, setidaknya untuk catatan, namun perdagangan kini semakin sedikit dikaitkan dengan tempat seperti itu, karena bursa saham modern kini adalah jaringan elektronik, yang memberikan keuntungan dari segi kecepatan dan biaya transaksi. Perdagangan dalam bursa hanya dapat dilakukan oleh seorang anggota, sang pialang saham. Permintaan dan penawaran dalam pasar-pasar saham didukung faktor-faktor yang, seperti halnya dalam setiap pasar bebas, mempengaruhi harga saham.Sebuah bursa saham sering kali menjadi komponen terpenting dari sebuah pasar saham. Tidak ada keharusan untuk menerbitkan saham melalui bursa saham itu sendiri dan saham juga tidak mesti diperdagangkan di bursa tersebut: hal semacam ini dinamakan "off exchange".

Penawaran pertama dari saham kepada investor dinamakan pasar perdana atau pasar primer dan perdagangan selanjutnya disebut pasar kedua (sekunder).


Indonesia dan AFTA
Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Area, AFTA) adalah sebuah persetujuan oleh ASEAN mengenai sektor produksi lokal di seluruh negara ASEAN.

Ketika persetujuan AFTA ditandatangani resmi, ASEAN memiliki enam anggota, yaitu, Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Vietnam bergabung pada 1995, Laos dan Myanmar pada 1997 dan Kamboja pada 1999. AFTA sekarang terdiri dari sepuluh negara ASEAN. Keempat pendatang baru tersebut dibutuhkan untuk menandatangani persetujuan AFTA untuk bergabung ke dalam ASEAN, namun diberi kelonggaran waktu untuk memenuhi kewajiban penurunan tarif AFTA.
Dalam perdagangan bebas Negara Kenya termasuk negara yang miskin tetapi dalam pasar modalnya bisa berkembang dan menjadi lebih baik.Negara semiskin apapun jika bisa mengelolanya dengan baik maka pasar modalnya pun akan berkembang.

Sejak ditandatanganinya kesepakatan AFTA (ASEAN-Free Trade Area) oleh Negara-negara anggota ASEAN pada tanggal 4 Nopember 2004, sudah tidak asing lagi bagi kita untuk diperbincangkan. Satu hal yang mungkin perlu kita ketahui adalah bahwa sekalipun sudah bertahun-tahun program ini berlaku dan dijalankan, namun tidak banyak diantara kita yang tahu apa sebenarnya AFTA itu, untuk apa diberlakukan, apa untungnya bagi negara kita dan lain sebagainya.

Tujuan ACFTA dalam perjanjian FTA yang lainnya adalah Comprehensive Agreement on ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA), juga berbuah hasil yang sama. Awalnya, perjanjian perdagangan ini memberi harapan besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Hal itu terlihat dalam misi ACFTA yang bertujuan meningkatkan volume perdagangan produk pertanian melalui penurunan tarif bea masuk, meningkatkan kerja sama investasi serta capacity building. Belum lagi jika melihat kenyataan bahwa China berpenduduk terbesar dan merupakan salah satu negara dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia.

Menjelang akhir tahun 2004 telah disepakati oleh negara-negara di Asia termasuk Indonesia untuk mempercepat 2 tahun perdagangan bebas di wilayah Asia. Konsenkuensi logis dari komitmen termasuk adalah bahwa semua negara yang ikut serta dalam kesepakatan tersebut harus mengikuti aturan-aturan main yang disepakati dalam perdagangan bebas tersebut.  Tentang komoditi yang kemungkinan berpeluang untuk dapat secara aktif diperdagangkan pada pasar regional/global yang kompetitif tersebut, tampaknya tidak ada pilihan, kecuali yang mempunyai keunggulan komparatif (comparative advantages). Komoditi tersebut terutama berasal dari sektor pertanian khususnya subsector perkebunan dan sektor kelautan khususnya subsektor perikanan serta sektor industry khususnya subsector industri pengolahan dan industri kecil. Kemudian kualifikasi usaha yang mempunyai peluang untuk dapat mengembangkan usahanya sekaligus menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia adalah  kegiatan usaha yang mempunyai pengalaman/catatan (track record) yang baik terutama selama sepuluh tahun terakhir.

Selanjutnya atas dasar pengalaman terutama di masa krisis tujuh tahun terakhir, pilihan untuk memprioritaskan kegiatan usaha (pengusaha) dengan skala usaha kecil dan menengah (UKM) adalah merupakan pilihan yang cukup bijaksana. Oleh karena itu, yang penting adalah bagaimana mencermati kemungkinan yang akan terjadi dalam kegiatan ekonomi dunia, regional dan di Indonesia sendiri dalam kurun lima tahun ke depan. Bagaimana peluangnya bagi UKM, untuk dapat mengembangkan kegiatan usahanya pada pasar yang kompetitif, sehingga disamping dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas usahanya juga dapat menopang secara kuat perekonomian Indonesia.

Mengenai Kondisi Perekonomian dan Pentingnya UKM
Prospek ekonomi dunia diprakirakan membaik pada tahun 2004 dan selanjutnya melambat pada tahun 2005-2006. Di lain pihak prospek ekonomi Indonesia tahun 2004-2006 diprakirakan terus membaik, ditandai oleh pertumbuhan ekonomi yang meningkat secara bertahap hingga sekitar 6 % pada tahun 2006. Kemudian dilihat dari kontribusi sektoral, maka sektor industri, sektor perdagangan dan sektor pertanian diprakirakan menjadi sektor utama pertumbuhan PDB tahun 2004-2006 (Miranda S.Goeltom, 2004). Walaupun terdapat kecenderungan perbaikan perekonomian Indonesia di masa mendatang sebagai dampak dari kondisi ekonomi global, regional dan adanya perbaikan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kegiatan ekonomi domestik, tampaknya perlu diwaspadai kemungkinan adanya beberapa isu kritis yang sering menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara, diantaranya adalah:
·         Tingginya pengangguran
·         Rendahnya investasi
·         Biaya Ekonomi Tinggi

Kerjasama Ekonomi China dan Jepang dengan ASEAN
Negara anggota perhimpunan bangsa Asia Tengara (ASEAN) sejak awal dasa warsa 2000 makin mencermati dan mengapresiasi kemantapan hubungan bilateral Jepang dan China.Kalangan pembuat kebijakan, pengamat dan pelaku bisnis di Association South East Asia  Nation (ASEAN) mengharapkan peningkatan hubungan secara bilateral China-Jepang, dan mendorong hubungan keduanya di Asia Tenggara.  Proses dalam ASEAN sendiri masih berlangsung untuk integrasi total. Di kalangan bisnis ASEAN tantangannya makin mendesak untuk membangun komunitas ekonomi ASEAN pada 2015.

Bagi negeri ini, emasuki era implementasi IJEPA (Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement), mulai Juli 2008 perlu juga elit dan eksponen bisnisnya secara berkesinambungan mencermati gerak langkah diplomasi dan strategi ekonomi Jepang ke ASEAN. Demikian juga mencermati diplomasi ekonomi China ke ASEAN dalam rangka realisasi CAFTA (China Asean Free Trade Agreement) mulai 2010.  Keberadaan kegiatan ekonomi Jepang di ASEAN terlihat kian aktif sejak tahun 1970an di sektor perdagangan, investasi  dan  ODA (Official Development Assistance). Bahkan, Jepang sampai dewasa ini masih sebagai penanam modal asing (Foreign Direct Investment/FDI) terbesar di Indonesia.  

Hubungan Jepang dengan ASEAN memang mengalami pasang surut. Salah satusurutnya terjadi ketika demonstrasi anti-Jepang di Thailand dan Jakarta pada 1974.  Jepang kemudian menempuh kebijakan yang lebih menghargai kesetaraan, dan akhir tahun 1977 dengan semboyan”hubungan yang dilandasi sentuhan sanubari. Hal itu disampaikannya di Manila 1977, manakala mengakhiri perjalanan ke anggota ASEAN. Melalui diplomasinya, Takeo Fukuda berhasil secara bertahap mencairkan ketegangan dan meningkatkan kembali peranan Jepang dalam perdagangan, investasi dan bantuan resmi (ODA).  

Kerjasama Jepang antara 1970an sampai tahun 1990n dengan ASEAN masih bersifat satu per satu dan belum memasuki tahap Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Area/FTA). Setelah dicetuskannya kawasan perdagangan bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Area/AFTA) pada 1992, Jepang mengikuti perkembangan implementasinya efektif di awal 2003.  Sejarahnya kerjasama Jepang dengan ASEAN yang sudah sejak empat dasa warsa lalu, dan rintisan menuju ke kawasan perdagangan bebas Jepang-ASEAN (Japan-Asean Free Trade Area) dengan masing-asing anggota ASEAN melalui persetujuan kerjasama ekonomi (Economic Partnership Agreement/EPA).

Bagi Jepang, FTA pertama dengan ASEAN melalui Singapura pada 2002 dalam kerangka persetujuan kerjasawama ekonomi Jepang-Singapura (Japan-Singapore Economic Partnership Agreement/JSEPA), dengan EPA dengan Thailand. Oleh karena itu, EPA dengan ASEAN hingga kini belum menjadi kenyataan sepenuhnya. Dalam EPA dengan masin-masing anggota ASEAN cakupannya tidak hanya pemotongan bea masuk, tetapi juga  arus masuk keluar manusia, aturan investasi, kerjasama ekonomi, dan sejumlah sektor strategis lainnya. Bagi Jepang, waktu itu, perjanjian EPA termasuk komprehensip dengan mempertimbangkan keunggulan dan kelemahan dalam sumber daya ekonomi masing masing.   Kini EPA dengan Indonesia (Indonesia-Japan Economic Partnerships Agreemen/IJEPA) sudah memasuki taraf implementasi yang saling menguntungkan mulai awal Juli 2008.  

Sementara itu, upaya China untuk mempererat hubungan dengan negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia  dirintis kembali sejak tahun 1995an. Salah satu upaya China adalah mempererat hubungan bilateral sambil merintis dalam rangka AFTA, dan kawasan perdagangan bebas  China-ASEAN (China Asean Free Trade Area/CAFTA) mulai efektif 2010. China rupanya makin membutuhkan peningkatan hubungan dengan negara anggota ASEAN Pertimbangannya adalah ekonomi (economic considerations) dalam mencapai kesejahteraan  bangsa bersama secara harmonis. Adanya aktivitas kultural pebisnis China dengan mitranya di sejumlah negara ASEAN merupakan "plus point".

Pertimbangan yang secara langsung maupun tidak langsung mencuat adalah jumlah penduduk China 1,3 miliar dan ASEAN  sebanyak 550 juta.  Dengan pertimbangan ini, rupa-rupanya China mau berbagi (sharing)  keberhasilan ekonominya dengan negara negara tetangganya, sekalipun  dalam proses mendakinya kadang kadang menginjak kerikil kerikil penghambat, seperti  pergerakan modal (capital free flow), aturan bea masuk negara negara ASEAN, sarana teknologi informasi, transportasi dan mutu sumber daya manusia dan listrik dalam menyerap alih teknologi. Di China sendiri adanya ketertinggalan kawasan pusat dan barat, yang agak mengganggu dalam prosesnya.

Di balik cara berbagi (sharing) tersebut China mengincar kelimpahan sumber daya alam yang masih belum sepenuhnya digali di kawasan ASEAN, termasuk Indonesia, untuk memodernisasi produksi yang dapat diserap secara kompetitif hasilnya oleh pasaran regional maupun dunia. Secara terselubung China berupaya menjadi mentor bagi ASEAN dalam AFTA, dan selanjutnya dalam pemrakarsa Komunitas Ekonomi Asia Timur yang bukan bersifat integrasi. China juga tahu diri dalam Asia dengan memperhatikan keunggulan kapasitas ekonomi Jepang dan Korea Selatan.  China terus berupaya menerapkan Konsensus Beijing dengan "guanxi" (jaringan kerja) yang dilandasi “shinyung” (saking percaya) yang dikenal dikalangan pelaku bisnis China dengan mitranya di kawasan ASEAN untuk mewujudkan Asia yang damai, bahagia dan sejahtera (peace, happiness and prosperity), dan tidak mau diadu domba oleh bangsa luar benua Asia.  

Dengan kemantapan pola pikir para pembuat kebijakan dengan dukungan pengamat dan pelaku ekonomi bangsa bangsa Asia, maka kini saatnya menerapkan strategi memantapkan keterkaitan dan saling mendukung (mutual attraction and support) dapat menjadi visi bersama mewujudkan abad Asia.  

Rabu, 15 Desember 2010 0 komentar

Meningkatkan Budaya Baca


Membaca. Apa yang terlintas dalam benak kita ketika mendengar kata itu? Sebagian ada yang berfikir membaca adalah kegiatan yang membosankan. Ada juga yang mengatakan bahwa membaca hanya menyita waktu, tenaga dan pikiran. Bahkan ada yang berasumsi bahwa membaca bukanlah kegiatan yang bermanfaat karena tidak menghasilkan materi. Padahal, kalau kita mau berpikir kritis, kita akan menemukan begitu banyak manfaat dari kegiatan membaca. Dengan membaca suatu bacaan, seseorang dapat menerima informasi, memperdalam pengetahuan, dan meningkatkan kecerdasan. Pemahaman terhadap kehidupan pun akan semakin tajam karena membaca dapat membuka cakrawala untuk berpikir kritis dan sistematis. Hanya dengan melihat dan memahami isi yang tertulis di dalam buku pengetahuan maupun pelajaran, membaca bisa menjadi kegiatan sederhana yang membutuhkan modal sedikit, tapi menuai begitu banyak keuntungan.

Kebiasaan membaca adalah ketrampilan yang diperoleh setelah seseorang dilahirkan, bukan ketrampilan bawaan. Oleh karena itu kebiasaan membaca dapat dipupuk, dibina dan dikembangkan. Bagi negara – negara berkembang aktivitas membaca pada umumnya adalah untuk memperoleh manfaat langsung. Untuk tujuan akademik membaca adalah untuk memenuhi tuntutan kurikulum sekolah atau Perguruan Tinggi. Buku sebagai media transformasi dan penyebarluasan ilmu dapat menembus batas – batas geografis suatu negara, sehingga ilmu pengetahuan dapat dikomunikasikan dan digunakan dengan cepat di berbagai belahan dunia. Semakin banyak membaca buku, semakin bertambah wawasan kita terhadap permasalahan di dunia. Karena itulah buku disebut sebagai jendela dunia.
0 komentar

Hadiah Untuk Sang Kekasih

Mungkin bagi sebagian pernah mengalami long distance... butuh perhatian lebih untuk mempertahankan hubungan jarak jauh,dsamping menjaga keyakinan,kesetiaan,kepercayaan serta selalu menjaga rutinitas komunikasi agar berjalan dengan baik..

Momen yang tidak boleh dilupakan adalah saat pasangan merayakan ulang tahun,namun dengan kondisi jauh,kadang kala kita bisa merayakan hari bahagia terebut secara bersama-sama.

Memberikan kodo spesial atau bahkan hadiah kejutan dapat memberikan kesan tersendiri bagi pasangan,untuk membuktikan bahwa kita memang tulus menyanyanginya.dsamping hal tersebut.ini akan menjadikan momen yg terlupakan bagi pasangan anda.

Untuk Anda yang mengalami hal ini, eHow menawarkan beberapa ide yang akan meninggalkan kesan manis mendalam bagi pasangan kita.

1.        Surat berpewangi
Mengirimi si dia surat berpewangi memang terkesan kuno, tapi inilah cara yang dapat menggembirakan pasangan. Karena surat tersebut sekaligus menyalakan perasaannya.
Pilih wewangian cinnamon, musk, atau vanilla. Boleh juga menambahkan foto Anda dalam pakaian minim untuk tambahan "hadiah" ulang tahunnya

2.        Lagu yang menggoda
Rekam beberapa lagu romantis dalam CD untuk menambah bumbu dalam hubungan jarak jauh Anda berdua. Pilih lagu yang mengingatkan Anda terhadap si dia. Pastikan lagu-lagu tersebut terdengar enak, menggoda, dan bernada gembira untuk membantu si dia mengisi hari-hari tanpa Anda di sisinya

3.        Hadiah-hadiah di tempat berbeda
Jika Anda memiliki banyak teman di tempat si dia berada, ide menarik ini dapat berhasil. Anda dapat menitipkan lima hadiah ke pasangan dalam kemasan yang berbeda-beda melalui lima orang teman yang berbeda

Berikan di antaranya pakaian dengan printed teks yang dipesan khusus, foto Anda dalam busana seksi, dan akhiri dengan hadiah bertuliskan tanggal dan lokasi di mana kalian akan bertemu

4.        Kemunculan Anda
Tanpa diduga oleh kekasih, Anda bisa muncul di tempat biasanya dia berada atau katakan padanya Anda telah tiba di bandara kotanya berada. Lalu, putuskan untuk menikmati malam yang istimewa seperti makan malam bersama atau hanya menghabiskannya dengan melepas rindu berdua.Anda adalah hadiah yang paling istimewa baginya, dan dia tidak akan melupakan momen ini begitu saja.


Smber : http://lifestyle.okezone.com/read/2010/12/15/197/403589/hadiah-kejutan-untuk-kekasih-jarak-jauh


 
;